Pulau Kecil Nuburi Yang Indah, Kuatisore dan Hiu Paus -Teluk Cenderawasih

2 komentar
Sunset di pulau Nuburi
Akhir pekan yang melegahkan, setelah semingguan lebih berurusan dengan sebuah permasalahan dalam keluarga besar, Tuhan memberikan perhentian dan kelegaan dengan memberikan HP baru dan ya, liburan yang amat menyenangkan di Nibiru, Kuatisore dan melihat ikan hiu paus di Teluk Cenderawasih.

Sebelumnya pada hari jumat bapa ade Daud Weah mengajak ke kebunnya hari sabtu jadi pas hari sabtu sa tunggu telepon dari bapa Daud tetapi tidak ada telepon sampai lewat jam 8 pagi, jadi saya simbulkan bahwa ke kebun batal. Kemudian saya pun tergerak untuk mengunjungi bapa ade Alberd Wamuni yang baru turun dari Intan Jaya dan bapa Alberd menyuruh saya datang ke rumahnya yang baru di bangun di Kalibobo.

Beliau langsung memberikan HP, tiba-tiba ada telepon dari ka Kristian bahwa kita akan ke pulau jadi segera bersiap. Langsung saja saya berterimakasih dan berpamitan dengan bapa Alberd. 

Saya pulang ke rumah menyiapkan kamera dan sedikit membekalan, terus saya meminta adik Alisafat Abner Abugau untuk mengantarkan saya ke Kalibobo dimana abanng-abang saya sedang menunggu dekat perahu/speedboat yang akan kami pakai.

Abang Kris dan abang Anton mendorong Perahu ke laut yang lebih dalam

Di dalam perjalanan Alisafat bertanya kira-kira siapa-siapa saja yang ikut ke pulau, ya saya sebut saja nama-nama abang-abang, ternyata Alisafat berpikiran lain, dia jadi kepingin ikut juga melihat hampir semua abang-abang saya dia kenal juga.

Berfoto bersama di telik hiu paus

Sesampai di pantai samping hotel Mutiara Black-Kalibobo, di sana sudah ada abang Henes, Mianus, Kristian, Juni dan tentunya abang Anton Wambrauw yang menyediakan perahu/speedboat dan segala persiapan melaut juga ada beberapa kawan  yang lain juga. Langsung saja Alisafat meminta agar dirinya bisa ikut, langsung diiyakan oleh abang-abang. Nasib baik untuk Alisafat.

Perjalanan kita mengunakan dua buah perahu/speedboat pada jam 15.00 sore, langsung kami menuju ke pulau Nuburi. Speedboat yang kami pakai melaju dengan cepat dan sampai di pulau Nuburi sekitar jam 16.45-an


Kami di Nuburi sampai 1 jam tetapi perahu satunya tak kunjung sampe, ya saya coba saja untuk telepon ke abang Kristian, ternyata mesin motor ada kerusakan atau lebih tepatnya tidak berfungsi dengan baik. Kita langsung naik kembali ke speedboat untuk melihat keadaan mereka, tetapi puji Tuhan akhirnya mesin bisa berfungsi kembali dan walau hampir 1 jam lebih mereka menanti mesin berjalan lagi di laut setelah kami sampai di Tanjung Paus Kuatisore.

Kami langsung buat camp, buat api unggun, rombongan abang Anton langsung menebarkan jaring dan balobe. Kami bakar bakar ikan, sampai pagi. Pada hari minggu pagi, kami sarapan, menyuruh aliran sungai, mengecek jaring dan mengunjungi ikan paus hiu. 

Alisafat baru pertama naik perahu

Pulau Nuburi tampak dari kejauhan









pulau Nuburi








Sarapan pagi di teluk hiu


Abang Anton penyelam yang handal







Menelusuri sungai





Abang Kris mengarahkan perahu ke arah jaring ikan












          Berfoto Rumah apung

Hari yang sangat menyenangkan, kami habiskan dua hari dengan perjalanan yang tak terlupakan.

Selengkapnya bisa nonton video berikut

photograph by Kijo Abugau

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar