Sebagai sekretaris Pemuda/i Gereja Bahtera Wadio, ketika ketua Pemuda (Pdt.Daud Somauw) sedang sakit adalah tanggungjawab saya untuk memastikan aktivitas pemuda/i berjalan baik(13/6). Tetapi untuk ibadah kali ini saya lupa menunjukkan siapakah yang akan memberitakan Firman Tuhan.
Ketika sedang asyik bermain piano di gereja, datanglah ade Jakrianus Wamuni yang sedang berlibur ke Nabire dari STT Walter Post Jayapura. Dia meminta kalau dia bisa menyampaikan Firman Tuhan. Ya, tentu saja saya mengiyakan.
Banyak perubahan dalam cara berbicara, ketegasan, dan kedalaman kontent. Ade ini baru setahun di bangku kuliah tetapi saya bisa melihat ada perubahan positif yang luar biasa. Kelak ade Jakrianus akan menjadi hamba Tuhan yang dipakai luar biasa. Amin
Ayat yang disampaikan sangat menarik karena bahasa yang dipakai dalam ayat itu bagaikan kesimpulan dari percakapan kehidupan sehari-hari, selain simple siapapun yang membaca tak perlu kemampuan menafsirkan yang tinggi, pasti langsung mengerti artinya. Ya, karena ayat ini memakai bahasa sehari-hari.
Yakobus 4:14 (TB) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Kemudian Jakrianus menambahkan bahwa hidup ini pendek, kita harus mencari Kristus yang abadi. Singkatnya, saya memahami bahwa kita dinasehatkan supaya kita hidup sebagai anak muda yang takut akan Tuhan. Kita harus bersiap kalau tiba-tiba tiba waktu kita dipanggil Tuhan, karena kematian datang tiba-tiba.
Berselang sehari, tiba-tiba datang kabar duka, sahabat Eliyakim Sani meninggal dunia. Eli nama panggilannya, dia ini orang yang tida mengonsumsi minuman beralkohol, tidak merokok juga aktif gereja. Intinya adalah kita di Papua selalu dinasehati dan ditegur untuk jangan menjadi peminum supaya jangan mati muda seperti kawan kawan yang meninggal akibat minuman beralkohol.
Eli termasuk orang seperti saya sendiri, saya mencintai hidup. Saya ingin berumur panjang, segala cara saya lakukan. Saya berhati-hati selalu. No drugs, no free sex, no alcohol, bahkan saat berkendara pun saya berhati-hati dengan kecepatan seminim mungkin. Bahkan ketika minum atau makan, saya menghindari mengunakan piring dan gelas bekas orang lain, dan bekas saya pun saya menyarankan untuk tidak dipakai.
Asumsi saya adalah kita akan berumur panjang, lebih muda orang terbakar karena bermain api dari pada ketika kita menghindari perapian. Memang saya sadari bahwa kematian datang bagi siapapun tiba-tiba akan tetapi bagai bunga, bunga yang baru saja mekar akan layu "tetapi" setelah mekar dalam waktu yang ditentukan. Jika manusia diibaratkan bunga oleh alkitab, maka masa mekar normal adalah 70 tahun. Manusia yang layu diumur 0-60an adalah layu sebelum waktunya.
Kepergian Eli sungguh menyedihkan tetapi hal itulah yang coba diterangkan oleh Yakobus.
Yakobus 4:14 (TB) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Dalam hidup ini sulit menetapkan kepastian karena hidup memiliki banyak faktor pengaruh. Misalnya ada soal matematika, a+2 =4, berapakah nilai a? Jawabannya mudah sekali a=2. Tetapi dalam hidup ini ada banyak sekali variabel dan faktor, a-b+6x7g.....dst. Karena itulah sangat sulit memprediksi kehidupan. Lebih mudah memprediksi hal lain dalam hidup, tetapi kapan kita mati? Itulah yang tersulit untuk dijawab.
Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
Yakobus 4:15 (TB) Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
Mazmur 116:15 (TB) Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Akhir kata, selamat beristirahat dan bertemu sang Kudus alegame Eliyakim Sani.
Bagi kami yang hidup, sekiranya Tuhan menghendaki dan memberikan umur panjang, damai sejahtera, kebahagiaan, kehormatan dan kekayaan, kasih karunia Tuhan menyertai kita sekalian. Amen
Ini benar-benar tulisan yang sangat indah.
BalasHapusTrimakasih
Termkasih. Gbu ,🙏🙏🙏
Hapus