Ketika sampe di Timika pada bulan desember 2021 kemarin, abang Fery Tipagau dan beberapa kawan lain menyampaikan bahwa siap siap disambut oleh Malaria Timika. Pikir Saya malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk, sementara saya tinggal di lingkungan yang aman dari nyamuk, maka saya optimis tidak bakalan kena malaria.
2 Bulan berlalu, pada tanggal belasan februari ini saya sempat membawa motor saat hujan rintik-rintik. Sesampai di rumah, saya demam, tetapi saya masih semangat, makan dan bergurauh, akhirnya demam redup.
Keesokannya saya ke Jayanti, diperjalanan saya menghabiskan 2 es krim. Badan mulai terasa demam, tapi tidak pusing, saya mandi lagi di kali.
Sabtu, saya mulai rasa demam dan tidak enak di seluruh bagian tubuh saya. Tapi pikir saya, ini palingan demam.
Hari minggu badan sudah terasa tidak nyaman dan tersiksa, sesak di dada dan mampus sudah. Saya mengubungi seorang abang saya yang memiliki istri dokter untuk meminta resep. Saya langsung minum obat tersebut. Badan saya membaik.
Pada hari senin, saya merasa sudah sehat jadi saya mandi. Waduh, itu bru saya mampus, badan saya menggigil bagaikan rendam dalam es. Mampus sudah, pikir saya.
Saya lanjut dengan paracetamol yang cukup membantu, tetapi hari selasa sakit tambah parah, saya mulai mual dan memuntahkan sedikit makanan yang saya konsumsi. Sya langsung menelepon adik Yance Sani, dan dia langsung datang menjemput saya dan pergi ke Rumah Sakit Timika.
Tetapi di rumah sakit antrian panjang betul, akhirnya kami belok ke dokter praktek. Saya tidak biasa mau disuntik, tetapi semangat sembuh dan hidup merelahkan saya disuntik. Saya ambil obat, ada satu jenis obat yang sekali minum langsung 5 butir.
Setelah minum obat, saya beristirahat dan ketika sore hari kesehatan mulai membaik. 2 hari kemudian beberapa obat yang diberikan habis, badan saya mulai kembali pulih. Makanan mulai lezat kembali.
Pada saat sakit pikiran saya ingin sekali makan steak sapi, saya langsung ke Mozza Hotel dan menghabiskan 450 ribu untuk sepiring steak.
saya pastikan minum obat anti muntah sebelum makan makanan tersebut, ya kalau muntah, rugi 400 ribulah.
Saya memborong buah buahan seperti orange sankish dan anggur, saya makan sepuasnya.
Akhirnya badan mulai terasa sehat 90 persen, saya pergi ke melihat proyek galian sungai gorong gorong- jembatan kuning.
Hari ini senin, saya sudah pulih 98 persen. Saya memulai aktifitas lagi. Ya, puji Tuhan saya sembuh.
Kijo abugau
Posting Komentar
Posting Komentar