Hitung Berkat Yang Kau Miliki

Kehidupan ini diibaratkan bagaikan kebun atau ladang. Segala macam tumbuhan yang bisa dikonsumsi ditanam, tetapi kemudian ada lalang atau tumbuhan liar tumbuh dengan sendirinya.
Tumbuhan liar itu akan berkembang terus jika pemilik kebun tidak rajin merawat kebunnya.

Kehidupan kita adalah baik, bahkan walau singkat, Ayub mengatakan bahwa hidup singkat bagaikan bunga.
Ayub 14:1-2 (TB) "Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. 
Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan. 

Tetapi positifnya adalah bunga itu indah, sehingga hidup ini begitu indah. Sekali-kali kita menghadapi persoalan hidup, tetapi itu tidak mengubah nilai umum hidup. Bahwa kebun tetaplah kebun yang hasilnya dapat dinikmati walau ada tumbuhan liar. Dan tumbuhan liar itu bisa dicabut.

Sehingga ketika melihat kebun kehidupan kita, alangkah baiknya kita menghitung tanaman baik, menghitung buah-buahnya, menghitung hasilnya. Hitunglah berkat dalam hidup ini. Untuk apa menghitung rumput liar.

Seringkali kita justru menghitung rumput liar, kita fokus pada hal-hal buruk, tetapi itu akan menarik lebih banyak Hal buruk. 

Bersyukurlah atas segala berkat yang kita miliki saat ini maupun berkat yang akan datang di hari esok. Tuhan menyukai hati yang bersyukur, sehingga setiap ucapan syukur kita akan diperhitungkan Tuhan dan Ia akan melipatgandakan ucapan syukur kita puluhan kali lipat bahkan ratusan kali lipat.

Matius 25:29 (TB) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Tanda atau signal yang kita kirim ke Sang Sumber bahwa kita "mempunyai" adalah hati yang mengucapsyukur atas apa yang kita miliki atau terima. Kita menyebut satu per satu apa yang kita miliki dan mengucapsyukur atasnya dan lihatlah kelimpahan yang datang kepada kita.

Maka ketika kita berdoa minta sesuatu, kita harus bersyukur telah menerimanya walau Hal itu belum terwujud. Karena syukur kita ditangkap sebagai sinyal bahwa kita sudah memilikinya. Seperti kata Yesus dalam kita Markus 11

Markus 11:24-26 (TB) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
[Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.]

h

Related Posts

Posting Komentar