Dalam kampanye politik selalu
para politikus menjanjikan kemajuan, entah kemajuan di bidang Pendidikan,
lingkungan, ekonomi dan lain sebagainya. Begitu juga yang terjadi di tanah Papua
ini.
Visi dan misi memang
diminta sependek mungkin, sehingga dibuat kalimat-kalimat indah yang pendek.
Jika diminta jabarkan, sebenarnya banyak yang kesulitan untuk menjabarkan.
Visi misi itu memang
sangat penting namun ada satu hal paling vital yang seringkali terlewatkan yakni
visualnya, ya visualnya, paling tidak di dalam kepala para penguasa itu sendiri.
Hidup mati dikuasai
lidah, dan lidah ini bertanggung jawab atas penciptaan segala sesuatu, mengadakan
yang tiada. Ketika Tuhan menciptakan segalanya dengan hanya perkataan,
bukan berarti itu kata-kata kosong, tetapi dalam pikiran-Nya sudah ada
visualnya. Misalnya ketika ciptakan hewan, Tuhan sudah tahu akan ada ayam dengan sayap namun tidak dapat terbang tinggi,
babi, ikan, burung, makanan yang cocok dengan hewan-hewan, ada karnivora, herbivora, omnivora, bentuk fisik, dan banyak sekali hal
teknis yang biasa dipelajari sains semuanya sudah divisualisasikan Tuhan
kemudian diperkatakan, dan terciptalah segala dengan hal teknis yang sangat rumit ini.
Ketika keluar janji
politik, apa yang ada di kepala mereka? Berdasarkan
buahnya, kita menjadi tahu bahwa semuanya itu hanya kata-kata manis.
Seharusnya ketika
menjanjikan Pendidikan maju, dalam kepala, mereka sudah melihat bangunan
sekolahh yang megah dengan fasilitas dan guru-guru cerdas yang digaji dengan
memuaskan, anak-anak Papua mulai bisa coding, AI, bahkan menjadi pintar dan
mampu kerja di perusahaan internasional seperti google dan facebook. Visualisasi
yang concrit dengan keyakinan kokoh bahwa ada Tuhan yang siap mendukung dengan kuasan-Nya
yang tak terbatas. Papua maju, berarti dalam pikiran kita sudah melihat kota
yang bersih, orang yang makan pinang tertib buang ludah pinang pada tempat yang
sudah disiapkan, tata kota baik, sungai dan pantai jernih dan terbebas dari
sampah, system transportasi lancar dan berkualitas.
Saya bisa saja
menjalaskan hal ini secara Panjang lebar tetapi terlalu Panjang, alangkah
baiknya saya tulis buku saja mengenai topik ini.
Namun ringkasnya adalah apa yang ada di benak pemimpin, pejabat, gubernur, bupati, camat, DPR ketika menyatakan suatu pernyataan, itu sangatlah penting. Jadilah pencipta yang hebat karena kita diciptakan Tuhan yang manjadikan kita juga mampu menjadi pencipta.
Posting Komentar
Posting Komentar