Papuantranslate.com Resmi Diluncurkan: Kamus Digital Penjaga Bahasa Suku-Suku Papua

 

Platform penerjemah daring yang didedikasikan untuk melestarikan bahasa daerah Tanah Papua kini hadir untuk semua orang, di mana saja.

Sebuah tonggak penting bagi pelestarian budaya Papua ditandai hari ini 28 Juli 2026 dengan resmi diluncurkannya papuantranslate.com, sebuah platform kamus dan penerjemah digital yang sepenuhnya didedikasikan untuk bahasa suku-suku di Tanah Papua. Platform ini digagas dan dibangun oleh Kijo Bega.

Di tengah kekhawatiran akan makin berkurangnya penutur bahasa-bahasa daerah Papua, Papuan Translate hadir sebagai jembatan antara warisan leluhur dan generasi masa kini. Pengguna cukup mengetik sebuah kata dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, memilih bahasa suku yang dituju, dan terjemahannya muncul seketika — lengkap dengan cara pengucapan.

Menerjemahkan Kata, Menyelamatkan Bahasa

Berbeda dari kamus biasa, Papuan Translate dirancang sebagai alat pelestarian yang hidup dan terus tumbuh. Beberapa keunggulannya:

  • Penerjemah dua arah — dari Bahasa Indonesia/Inggris ke bahasa daerah, maupun sebaliknya, dengan tampilan sederhana ala penerjemah modern.
  • Suara penutur asli — banyak kata dilengkapi rekaman audio, sehingga pengucapan yang benar tetap terjaga.
  • Terjemahan kalimat — sistem tata bahasa yang dapat diatur untuk tiap bahasa, agar ke depan bukan hanya kata, tetapi kalimat pun dapat diterjemahkan.
  • Banyak bahasa suku dalam satu tempat, dengan kemungkinan terus ditambah oleh komunitas dan tim lapangan.
  • Bisa dipasang di ponsel layaknya aplikasi, dan tersedia dalam antarmuka Bahasa Indonesia maupun Inggris.

Di balik layar, sebuah aplikasi pendataan luring (offline) memungkinkan tim di kampung-kampung mengumpulkan kosakata, merekam suara para tetua, dan mengirimkan hasilnya untuk memperkaya kamus — bahkan di daerah tanpa jaringan internet.

Dari Tanah Papua, untuk Dunia

"Setiap bahasa yang hilang adalah sebuah perpustakaan yang terbakar. Bahasa suku-suku Papua menyimpan cara pandang, kearifan, dan jati diri yang tak tergantikan," ujar Kijo Bega, penggagas sekaligus pembuat Papuan Translate. "Kami membangun papuantranslate.com agar kata-kata leluhur tidak hilang ditelan zaman, dan agar anak-anak Papua kelak masih bisa mendengar dan mengucapkan bahasa nenek moyang mereka."

Ia menambahkan bahwa platform ini dibuat terbuka untuk kolaborasi. "Ini bukan proyek satu orang. Ini undangan bagi seluruh masyarakat Papua — para tetua, guru, mahasiswa, dan pegiat budaya — untuk bersama-sama menjaga bahasa kita tetap hidup."

Untuk sementara masih 1 bahasa yakni Moni dan itupun belum lengkap, kita terus tambah kosa kata, ke depan kita akan berusaha supaya bisa terjemahkan kalimat juga. 

Akses dan Partisipasi

Papuan Translate dapat diakses secara gratis mulai hari ini melalui papuantranslate.com dari perangkat apa pun. Masyarakat yang ingin berkontribusi menyumbang kosakata dari suku-suku, rekaman suara, atau menjadi bagian dari tim pendataan bahasa dapat menghubungi melalui email abugauk@gmail.com.

Mari bersama melestarikan bahasa suku-suku Papua — satu kata pada satu waktu. πŸŒΏπŸ”️

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar