 |
| Bandara Perintis Pogapa, Dari Nabire menuju Pogapa. |
Amakaniee,
Saya baru saja kembali ke Nabire dari Kabupaten Intan Jaya. Seperti judulnya, tidak semua wilayah saya kunjugi, seminggu di Nggagemba, seminggu di Wandae, dua minggu di Pogapa kemudian tiga hari di Sugapa dan dengan mengunakan jalur darat saya pun kembali ke Nabire tepatnya.
 |
| Anak-Anak Di Nggagemba Bersantai di Halaman, di Belakang Tampak Kampung Sanepa |
Perjalanan ini sangat asyik, sampe-sampe tidak terasa kalau sudah sebulan di sana tanpa Internet, jaringan telepon, TV, mobil dan barangkali bisa dikatakan listrik walau program Nawacita Presiden Jokowi sudah sangat membatu dalam menyediakan pelayanan listrik tenaga surya di perkambungan. Tetapi karena cuaca yang selalu berawan dan dingin, pengunaan listrik tenaga surya kadang-kadang tidak berdaya. Tetapi, ya! program presiden sudah sangat membantu.
 |
| Saya Berfoto di Hulagupa dengan Background Distrik Wandae-Lembah Kemandoga |
Walau tidak pernah bergabung dengan kelompok pecinta alam, saya mengakui bahwa betapa saya sangat menghargai dan menyukai alam, pepohonan, sungai, gunung yang masih alamiah yang selalu menyejukkan jiwa. Setiap pagi dan sore tidak pernah alpa dari sungai, pada pagi hari dan sore hari dikala cuaca baik, saya selalu menantikan matahari.
 |
| Kami Berkunjung Ke Rumah Pak Yefri Bagau Untuk Makan Siang |
Saya mengikuti Abang Marten Tipagau dan Pilot Alion Belau, bersama dengan kami ada juga bapak camat Homeyo Albert Wamuni dan Pdt. Apniel Tipagau. Melalui jalur udara sampai Pogapa ibu kota distrik Homeyo, kami semua menyeberang sungai Kemabu menuju Nggagemba terkecuali bapak camat yang memilih bertahan di Pogapa karena berbagai kesibukan beliau.
 |
| Menuruni Lembah Pogapa, Menyeberangi Sungai Kemabu Menuju Nggagemba |
Tidak lain Nggagemba adalah kampung halaman dari Abang Marten dan Pdt Apniel, sehingga masyarakat menyambut kami dengan sangat baik, setiap hari kami makan daging buruan pemuda pemuda kampung yang dengan senang hati menyajikan untuk kami.
 |
| Menyebangi Sungai Kemabu |
Sungai Miabu dan Jimiabu yang mengalir dari gunung Saga atau Saga Pigu menjadi tempat mandi ataupun bakar-bakar setiap harinya.
 |
| Sungai Kemabu, Sungai Terbesar Membentuk Lembah Kemandoga |
Adapun ibadah kematian Kristus kami ikuti di Nggagemba, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Wandae untuk mengikuti kegiatan kampanye calon legislatif sekaligus kegiatan 6 April kunjungan Sinode KINGMI yang kedua ke Wandae dan Suteng.
 |
| Ibadah Di Gereja Nggagemba |
 |
| Suasana Setelah Ibadah |
 |
| Rombongan Esau Kobogau Dari Bilai Datang Menikmati Hidangan Makan Malam |
 |
| Dari kiri, Pa Jontly, Pa Marten dan Pak Esau |
Setelah semua kegiatan selesai seluruh rombongan menyeberang ke Nggagemba, saya seorang diri mencoba menantang diri untuk melakukan perjalanan seorang diri ke Pogapa melalui jalur Sugu Aganggaga. Tantangan ini saya terima dari kedua adik saya Bisem dan Moni yang sudah terlebih dahulu melakukan perjalanan Wandae Pogapa dalam sehari.
 |
| Saya Menginap di Rumah Bapa dan Mama Tua di Sanepa |
Sesampai di Pogapa, rombongan kami sudah bertemu kembali dan kegiatan kampanye Partai Nasdem yang sangat ramai dimulai.
 |
| Bermain Sepak Bola di Pogapa |
 |
| Masa Pendukung Partai Nasdem Memenuhi Lapangan Perintis Pogapa |
 |
| Suasana Kampanye di Pogapa |
Setelah semua kampanye dan pemilihan dilakukan, kami menuju Ibukota Kabupaten Intan Jaya, Sugapa untuk mengikuti rekapitulasi suara PPD ke tingkat KPUD.
 |
| Foto Sebelum Kampanye |
Setelah hampir menghabiskan 1 bulan lebih di kabupaten Intan Jaya, akhirnya saya beserta camat, kawan Esau Kobogau dan pak Jontly kami melalui jalur darat menuju Nabire.
Perjalanan kami melalui jalur darat akan diceritakan pada catatan berikutnya. '
Amakanie
photograph by Kijo Abugau By Gatto Kijo Bega Abugau
Hi, you did a great writing
BalasHapusKeep growing up on writing more.
My suggestion is let write more introductions about inta jaya.
thanks a lot. Amakanee
Hapusi will improve !!